Tampilkan postingan dengan label RANCANG BANGUN JARINGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RANCANG BANGUN JARINGAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Februari 2016

DOKUMENTASI JARINGAN PERUSAHAAN


Dokumentasi Jaringan Perusahaan

Dokumentasi jaringan adalah blueprint yang berisi semua informasi mengenai jaringan yang  dirangkum menjadi sebuah dokumen. Dokumen tersebut berisi detail dari informasi mengenai hardware, software licence, konfigurasi, sebuah desktop, prosedur backup, dan lain-lain. Dokumentasi jaringan menjadi hal yang wajib untuk dibuat dalam sebuah instansi yang menggunakan jaringan untuk operasionalnya. Dokumentasi jaringan berisikan semua informasi mengenai konfigurasi yang terdapat pada jaringan instansi tersebut.
Informasi yang diberikan pada dokumentasi jaringan :

a. Diagram bangunan
b. Diagram topologi jaringan
c. Pengaturan segmentasi IP
d. Konfigurasi akses IP
e. Informasi perangkat keras

Jaringan adalah sekumpulan perangkat yang berhubungan satu sama lain. Untuk menyediakan komunikasi. Ketika administrator melihat jaringan, haruslah secara keseluruhan bukan individu.Dengan kata lain, masingmasing perangkat pada jaringan mempengaruhi perangkat lain dan jaringan secara keseluruhan.

Tanggung jawab staf


Tanggung jawab ini perlu ditentukan dan dilaksanakan pada tiap-tiap bagian. Kunci untuk memahami hubungan ini adalah bahwa membuat area tanggung jawab terlalu besar bisa memperbesar resource, tetapi membuat area tanggung jawab terlalu kecil membuatnya sulit untuk mengatasi masalah pada jaringan secara
efektif.

Biaya Jaringan


Administrasi jaringan meliputi banyak tanggung jawab, termasuk analisis biaya. Ini berarti tidak hanya biaya desain dan implementasi jaringan, tetapi juga biaya pemeliharaan, upgrade, dan monitoring jaringan. Menentukan biaya instalasi jaringan bukanlah tugas yang sulit bagi sebagian besar administrator jaringan. Daftar perangkat dan harga sudah tersedia; biaya tenaga kerja dapat dihitung menggunakan rating tetap. 


Laporan Kesalahan


Manajemen jaringan yang efektif memerlukan dokumentasi yang lengkap, oleh karena itujika timbul suatu masalah perlu dibuat laporan kesalahan. Laporan ini digunakan untuk mengumpulkan informasi dasar yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menentukan masalah, dan juga memberi cara dalam memantau kemajuan dan solusi akhir dari masalah tersebut. Laporan kesalahan memberikan pertimbangan kepada manajemen dalam mempekerjakan staf baru, membeli perangkat, dan memberi pelatihan tambahan. Laporan ini juga memberikan solusi untuk masalah yang sama yang telah dipecahkan.

Troubleshooting Jaringan


Pembuatan catatan bisa memberikan cara yang jelas dalam mendiagnosis masalah. Ia bisa memberitahu apa yang telah Anda coba dan bagaimana pengaruhnya terhadap masalah. Ini bisa sangat berharga bagi troubleshooter sehingga usaha yang
dilakukan sebelumnya tidak akan diulang lagi. Membuat catatan juga sangat berharga jika masalah diberikan kepada teknisi lain supaya mereka tidak melakukan kembali semua pekerjaan yang sudah dilakukan. Salinan catatan harus disertakan bersama solusi masalah pada waktu trouble ticket diselesaikan. Ini bisa menjadi referensi untuk masalah serupa yang mungkin terjadi sehubungan dengan masalah tersebut.Elemen penting lain dari troubleshooting adalah
penamaan (labeling). Beri label semuanya, termasuk kedua ujung kabel.

DOKUMENTASI JARINGAN


Komponen pertama dan paling penting untuk jaringan yang baik adalah dokumentasi. Dokumentasi paling sering dibicarakan dan paling sedikit dilakukan dalam jaringan. Dokumentasi mewakili ingatan administrator jaringan. Ia berisi jurnal rancang-bangun Anda, tetapi tidak berhenti sampai di situ. Dokumentasi juga meliputi: diagram yang menunjukkan jalur fisik layout kabel, jenis kabel, panjang masing-masing kabel, jenis terminasi kabel, lokasi fisik masing-masing panel
dinding atau patch panel, dan model penamaan (labeling) supaya masing-masing kabel bisa diidentifikasi dengan mudah.

Layout MDF dan IDF


Dokumen ini berisi layout fisik dan logical dari Main Distribution Facility dan semua Intermediate Distribution Facilities pada jaringan. Ini meliputi layout fisik susunan rak, perlengkapan pendukung, server, label patch panel untuk mengidentifikasi terminasi kabel, rincian identifikasi, dan konfigurasi semua perangkat ada.Konfigurasi Server dan Workstation.
Rincian konfigurasi server dan workstation dibuat untuk masing-masing host yang terhubung ke jaringan. Informasi pada dokumen ini distandardisasi dan berisi hal-hal, seperti pembuatan dan model komputer, nomor seri, drive floppy, harddisk, drive DVD/CD-ROM, kartu suara dan jaringan, jumlah RAM, dan rincian fisik lainnya dari komputer. Dokumen ini juga meliputi rincian konfigurasi komputer, konfigurasi IRQ, DMA dan Base Memory dari kartu peripheral. Terakhir, dokumen berisi lokasi fisik, user, dan identitas jaringan (alamat IP, MAC address, subnet, topologi) dari komputer itu.

Daftar Software


Daftar software berisi software standar dan khusus yang digunakan masing-masing mesin pada jaringan, dan rincian konfigurasi instalasi standar pada masing-masing paket software. Daftar ini juga meliputi operating system dan aplikasi.

Catatan Maintenance


Penting juga untuk menyimpan catatan semua perbaikan yang dilakukan pada perlengkapan yang dimasukkan ke dalam jaringan. Ini akan membantu administrator untuk memperkirakan masalah yang mungkin terjadi dengan hardware dan software pada masa yang akan datang.

Langkah Pengamanan


Dokumen ini tidak hanya meliputi pengamanan lunak;, seperti hak user, password, dan firewall, tetapi juga pengamanan fisik. Pengamanan fisik atau keras meliputi hal sederhana, seperti mengidentifikasi bagaimana MDF dan IDF dikunci, siapa yang mempunyai akses ke ruangan tersebut dan mengapa, bagaimana host dilindungi (kabel pengaman—alarm), dan siapa yang mempunyai akses fisik ke sistem.User Policy User policy merupakan dokumen yang bisa jadi paling penting dan bermanfaat bagi administrator jaringan. Mereka berisi
bagaimana user berhubungan dengan jaringan. Policy tersebut meliputi apa yang boleh dan apa yang tidak dibolehkan pada jaringan.

SUMBER :

http://fmeilia.blogspot.co.id/2016/01/dokumentasi-jaringan-perusahaan.html

DESKRIPSI SWITCHING PERUSAHAAN


A. Prinsip Kerja Switch Dalam Jaringan

Switch dapat beroperasi pada satu atau lebih lapisan dari model OSI, termasuk data link dan jaringan. Perangkat yang beroperasi secara simultan pada lebih dari satu lapisan ini dikenal sebagai switch multilayer. Dalam switch ditujukan untuk penggunaan komersial, antarmuka built-in atau modular memungkinkan untuk menghubungkan berbagai jenis jaringan, termasuk Ethernet, Fibre Channel, ATM, ITU-T G.hn dan 802,11. Konektivitas ini dapat di salah satu lapisan yang disebutkan. Sementara lapisan-2 fungsi tersebut cukup untuk bandwidth pengalihan dalam satu teknologi, interkoneksi teknologi seperti Ethernet dan token cincin lebih mudah pada lapisan 3. Perangkat yang interkoneksi pada lapisan 3 secara tradisional disebut router, sehingga lapisan-3 switch juga dapat dianggap sebagai (relatif primitif) router. Dalam beberapa operator selular dan lingkungan lain di mana ada kebutuhan untuk banyak analisis kinerja jaringan dan keamanan, switch dapat dihubungkan antara router WAN sebagai tempat untuk modul analitik. Beberapa vendor menyediakan firewall,jaringan deteksi intrusi,dan analisis modul kinerja yang dapat plug ke port switch. Beberapa
fungsi mungkin pada modul gabungan.  Dalam kasus lain, switch digunakan untuk menciptakan citra cermin data yang dapat pergi ke perangkat eksternal. Karena sebagian besar beralih port mirroring
hanya menyediakan satu aliran cermin, hub jaringan dapat bermanfaat untuk  mengipasi data ke beberapa read-only analisis, seperti sistem deteksi intrusi dan packet sniffers.

B. Jenis-jenis Switch :

1. Cut through / Fast ForwardSwitch Jenis ini hanya mengecek alamat tujuan saja (yang ada pada header frame).
Selanjutnya frame akan diteruskan ke host tujuan.


2. Store and Forward
Switch ini akan menyimpan semua frame untuk sementara waktu sebelum diteruskan ke host tujuan untuk di cek terlebih dahulu melalui mekanisme CRC (Cyclic Redundancy Check). Jika ditemukan error, maka frame akan "dibuang" dan tidak akan di teruskan ke host tujuan.


3. Fragment free / Modified cut through
Sebuah metode yang mencoba untuk mempertahankan manfaat dari Store and Forward dan Cut through / Fast Forward. Switch akan memeriksa 64 byte pertama dari frame, di mana informasi pengalamatan disimpan. Menurut spesifikasi Ethernet, tabrakan akan terdeteksi selama 64 byte pertama dari frame, sehingga frame yang berada dalam kesalahan karena tabrakan tidak akan diteruskan. Dengan cara ini frame akan selalu mencapai tujuan yang dimaksudkan. Pemeriksaan kesalahan dari data  yang sebenarnya dalam paket yang tersisa untuk perangkat akhir.


4. Adaptive Switching
Dirancang untuk beroperasi pada cut-through mode (cut-through switching) normal, tetapi jika tingkat kesalahan sebuah pelabuhan melompat terlalu tinggi, switch secara otomatis reconfigures pelabuhan untuk dijalankan dalam mode store-and- forward.







B. Prinsip kerja switching multiplayer

Multi layer switching adalah cara dimana menyusun perangkat network switch menjadi beberapa tingkatan dikarenakan end user yang terkoneksi ke dalam suatu jaringan memiliki jumlah yang banyak, sehingga kita perlu melakukan trunking (menyambungkan switch satu dengan switch lain) antar network switch secara bertingkat. 






Pada gambar di atas network switch tersusun atas 3 layer (tingkatan) yaitu Core Switch sebagai layer pertama, Distribution Switch sebagai layer kedua dan Access Switch sebagai layer ketiga. Fungsi Core Switch adalah sebagai network switch yang menggabungkan beberapa device network switch menjadi satu kesatuan (integrated network). Distribution Switch berfungsi sebagai penghubung antara Core Switch dengan Access Switch. Access Switch berfungsi sebagai penghubung antara network
dengan comp uter end user. Jadi kesimpulannya dengan menggunakan metode multi layer switch kita dapat melakukan extend (perluasan) jumlah komputer yang terkoneksi ke dalam jaringan. Contoh susunan 3 layer network switch di atas dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa layer ke bawah tergantung dari kebutuhan jumlah jaringan.

C. Macam-macam Switching



Macam-macam Cara Penyambungan


1. Penyambungan Sirkit (Circuit Switching)
Pada sistem penyambungan sirkit, informasi yang dikirimkan oleh suatu terminal diterima oleh sentral switching langsung dikirimkan kepada terminal yang dituju selama seluruh informasi selesai dikirim. Dengan demikian satu saluran akan dipakai terus selama terminal belum selesai mengadakan hubungan. 
Contoh: Jaringan Telepon PSTN.


2. Penyambungan Berita (Message Switching)
Cara penyambungan ini banyak dipergunakan di dalam lingkungan militer atau lingkungan terbatas misalnya instasi pemerintah atau swasta. Contoh penggunaannya adalah pada Teleprinter.Pada waktu mengirimkan berita lewat teleprinter, berita tersebut tidak disambungkan langsung tetapi disimpan terle bih dahulu kemudian pada satu saat tertentu barulah dikirimkan kepada tujuan tersebut. Nama lain dari penyambungan berita ini adalah Stored and Forward Switching.


3. Penyambungan Paket (Packet Switching)
Sistem penyambungan paket informasi yang dikirimkan merupakan paket- paket yang diberi label dari alamat yang dituju, kode-kode tertentu dsb. Paket ini kemudian dikirimkan ke tujuan yang diinginkan.
 Contoh: Pertukaran informasi melalui GPRS


D. Keamanan Switch

1. Protokol 802.1x : Protokol 802.1x adalah protokol yang dapat melakukan otentikasi pengguna dari peralatan yang akan melakukan hubungan ke sebuah titik-akses. 

2. Mac address : Peralatan yang akan melakukan akses pada sebuah titik-akses sudah terdaftar terlebih dahulu, proses ini dikenal sebagai Mac address Authentication adalah sebuah mekanisme di mana setiap peralatan jaringan komputer disertai identitas yang unik yang menunjukan keotentikan tiap komputer. Pada pengiriman data akan mengandung informasi mengenai identitas peralatan tersebut. identitas ini ditentukan otorisasi suatu komputer melalui proses penyaringan
(filtering). Kelemahan dari metode ini adalah seseorang dapat dengan memanipulasi  identitas pada peralatan yang digunakannya, sehingga peralatan tersebut dapat melakukan akses ke sebuah jaringan komputer. Tindakan ini sering disebut sebagai Spoofing.




E. Perlindungan Jaringan Terhadap Switching Loop

Loop terjadi karena frame tidak mempunya waktu hidup (TTL) seperti paket IP melintasi router. Akibatnya, jika mereka tidak diakhiri dengan benar pada jaringan mereka terus Bangkit dari Switch ke Switch tanpa henti atau sampai Link terganggu.dan Frame Broadcast diteruskan ke semua Port Switch kecuali Port berasal.Hal ini memastikan bahwa semua perangkat dalam Broadcast Domain dapat menerima Frame.Jika ada lebih dari satu Jalur untuk Frame yang akan dieruskan keluar,dapat menghasilkan suatu lingkaran tak berujung. Proses ini akan terjadi berulang-ulang hingga switch fisik memutuskan sambungan penyebab dari loop dan menekan power off di salah satu switch pada loop. Loop mengakibatkan beban CPU tinggi pada semua switch yang tertangkap dalam loop tsb. Karena frame yang terus menerus diteruskan bolak balik antara semua switch di loop, CPU akhirnya harus memproses banyak data. Hal ini memperlambat kinerja pada lalu lintas di network.


F. Redundansi pada sebuah jaringan dengan switch

Skala gangguan akibat dari kegagalan piranti jaringan juga bisa bervariasi, dari hanya sebuah komputer karena kegagalan NIC – lan card; beberapa komputer karena kegagalan switch; atau bahkan berskala luas karena kegagalan pada switch central yang menghubungkan jaringan server. Untuk kegagalan lan card di salah satu komputer bisa diganti dengan network card cadangan anda. Kebutuhan load balancing dan redundansi haruslah dikaji untuk setiap kebutuhan berdasarkan penggunaan link redundansi; piranti router; switch dan multi-homed host yang bersifat kritis. Tujuan dari system redundansi ini dimaksudkan untuk menjamin ketersediaan layanan dimana tidak ada satupun titik rawan kegagalan.

SUMBER :

http://fmeilia.blogspot.co.id/2016/01/deskripsi-switching-tingkat-perusahaan.html

DESKRIPSI JARINGAN PERUSAHAAN


DESKRIPSI JARINGAN PERUSAHAAN



Trafik jaringan dapat diklasifikasikan berdasarkan alamat jaringan, protokol dan port, ingress interface, atau klasifikasi lainnya selama masih didukung oleh standard access list atau extended access list.
1.      Standar ACL digunakan untuk memeriksa alamat asal dari paket yang akan dirutekan.
2.      Extended ACL digunakan lebih spesifik daripada standar ACL yang menyediakan lebih banyak parameter dan argumen.

B.     LAN dan WAN perusahaan

1.      LAN (Local Area Network)
Merupakan jaringan yang bersifat internal dan biasanya milik pribadi di dalam sebuah perusahaan kecil atau menengah dan biasanya berukuran sampai beberapa kilometer. LAN digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer atau workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik untuk pemakaian sumber daya bersama serta sarana untuk saling bertukar informasi.
2.      WAN (Wide Area Network)
WAN jangkauannya mencakup daerah geografis yang lebih luas. WAN terdiri dari kumpulan LAN, MAN dan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program aplikasi pemakai. Terdapar perangkat yang melewatkan aliran informasi data dalam sebuah WAN.
Perangkat tersebut adalah :
a.       Router
Router adalah peningkatan kemampuan bridge. Router mampu menunjukan rute/jalur dan mem-filter informasi pada jaringan yang berbeda.
b.      ATM Switch
Menyediakan transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN
c.       Modem (modulator/demodulator)
Modem mengonversi sinyal digital dan analog . pada pengirim, modem mengonversi sinyal digital dalam bentuk yang sesuai dengan teknologi transmisi untuk dilewatkan melalui fasilitas komunikasi analog atau jaringan telepon (public telephone line) . Di sisi penerima modem mengonversi sinyal ke format digital kembali.

C.    Intranet dan Ekstranet

1.      Intranet adalah sebuah jaringan komputer berbasis protokol TCP/IP seperti internet, hanya saja digunakan dalam internal perusahaan, kantor, bahkan warung internet (WARNET) pun dapat di kategorikan intranet.
2.      Extranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual (vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain.

D.    Aplikasi-aplikasi perusahaan dan Pola trafik yang mengalir

Cara yang tepat untuk membangun hubungan dengan konsumen ialah dengan membangun Customer Relantionship Management (CRM).
Tujuan utama dari CRM ini memang bukan kepuasan konsumen, tapi lebih pada loyalitas konsumen. Konsumen tidak hanya merasa puas sekali dalam menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan, namun akan terus menggunakannya.

E.     Aplikasi-aplikasi dan trafik pada jaringan perusahaan

Salah satu contoh aplikasi pada perusahaan adalah SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ONLINE MANUFACTURE. Aplikasi ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman php dan support menggunakan database apa saja seperti : mysql, sql server, postgresql dan oracle. Software ini ditujukan dan bisa digunakan untuk perusahaan dibidang manufacture.
Kelebihan software ini :
1.      Simple – users friendly – powefull – multi platform
2.      Customize software (jadi sesuai dengan perusahaan anda)
3.      Laporan menggunakan pdf
4.      Online internet (akses dimana saja dan kapan saja0
5.      Menggunakan perhitungan hpp (rata-rata)
6.      Fasilitas searching lengkap
7.      Fasilitas sorting asc dan desc lengkap
8.      Adanya fasilitas export / import di setiap table
9.      Multi database support

F.     Prioritas trafik jaringan

Pada metode prioritas paket data yang melintasi gateway diberikan prioritas berdasarkan port, alamat IP atau subnet. Prioritas trafik jaringan ada 2, yaitu FIFO dan prioritas Antrian.
1.      FIFO
Teknik antrian FIFO mengacu pada FCFS (First Come First Server) , paket data yang pertama datang akan diproses terlebih dahulu. Paket data yang keluar terlebih dahulu dimasukkan ke dalam antrian FIFO kemudian dikeluarkan sesuai dengan urutan datangnya.
2.      Prioritas Antrian
Pada situasi tertentu kadang kala kita harus memutuskan suatu permasalahan dengan memilih salah satu solusi yang perlu dilaksanakan terlebh dahulu dan hal ini disebut prioritas.

G.    Asas teleworking dan VPN

Teleworking adalah suatu aktivitas yang dilakkan oleh pegawai untuk melakukan pekerjaan dari suatu tempat diluar lokasi unit kerja DJP dan tidak tersambung ke jaringan internal (intranet) DJP dengan menggunakan teknologi komunikasi sehingga mendapatkan tingkatan akses yang sama dengan pada saat bekerja dilokasi kantor (melalui intranet).
VPN atau Virtual Private Network adalah suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lainnya secara privat melalui jaringan publik (Internet). VPN disebut Virtual network karena menggunakan jaringan publik (Internet) sebagai media perantaranya alias bukan koneksi langsung. Dan disebutPrivate network
karena jaringannya bersifat privat, dimana hanya orang tertentu saja yang bisa mengaksesnya. Data yang dikirimkan pun terenkripsi sehingga aman dan tetap rahasia meskipun dikirim melalui jaringan publik.


Cara Kerja VPN
Cara kerja  VPN ibarat seperti membuat jaringan di dalam jaringan atau biasa disebut tunneling (membuat terowongan). Tunneling adalah suatu cara untuk membuat jalur koneksi secara privat dengan menggunakan infrastruktur jaringan lain. Pada dasarnya VPN juga membutuhkan sebuah server sebagai penghubung dan pengatur antar client.
Kelebihan VPN
VPN memungkinkan karyawan/pengguna untuk terkoneksi dengan jaringan internal kantornya dari manapun diseluruh dunia, yang penting terhubung dengan internet.
1. Efektif dan Efisien

Waktu yang dibutuhkan untuk menghubungkan jaringan kantor-kantor cabang ke jaringan kantor pusat lebih lebih cepat, karena hanya dengan menyediakan akses internet di kantor-kantor cabang otomatis kantor cabang tersebut bisa langsung dikoneksikan ke jaringan di kantor pusat.
Sedangkan penggunaan leased line sebagai WAN akan membutuhkan waktu yang lama untuk membangun jalur koneksi khusus dari kantor cabang yang baru dengan perusahaan induknya. Dengan demikian penggunaan VPN secara tidak langsung akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.

2. Hemat Biaya

Penggunaan VPN dapat mengurangi biaya operasional, karena VPN menggunakan infrastruktur jaringan publik yang sudah ada, sehingga tidak perlu membangun infrastruktur jaringan yang baru.

3. Meningkatkan Skalabilitas


Penggunaan VPN akan meningkatkan skalabilitas. Ketika Perusahaan  berkembang dan membuat kantor cabang baru dibeberapa tempat akan lebih  terhubung dengan jaringan lokal kantor pusat.


SUMBER :



LAYANAN KEAMANAN ISP


PERTIMBANGAN LAYANAN KEAMANAN ISP (ENKRIPSI DATA)

Encryption berasal dari bahasa yunani kryptos yang artinya tersembunyi atau rahasia. Enkripsi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengkodekan data sedemikian rupa sehingga keamanan informasinya terjaga dan tidak dapat dibaca.



Manfaat Enkripsi Data :

1. Kerahsiaan suatu informasi terjamin 

2. enyediakan authentication dan perlindungan integritas pada algoritma checksum/hash 

3. Menanggulangi penyadapan telepon dan email 

4. Untuk digital signature. Digital signature adalah menambahkan suatu baris statemen pada suatu    elektronik copy dan mengenkripsi statemen tersebut dengan kunci yang kita miliki dan hanya pihak yang memiliki kunci deskripsinya saja yang bisa membukanya 

5. Untuk digital cash



Kerugian Enkripsi Data :


1.Penyandian rencana teroris 

2.Penyembunyian record kriminal oleh seorang penjahat 

3.Pesan tidak bisa dibaca bila penerima pesan lupa atau kehilangan kunci (decryptor).

PERALATAN PENGAMAN PADA ISP

ACL

Sebuah software yang dirancang secara khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa maupun pengguna ahli.

Manfaat ACL :

1. Dapat membantu dalam mengakses data baik langsung (direct) kedalam sistem jaringan ataupun indirect (tidak langsung) 

2. Mengidentifikasi kecenderungan, dapat juga menunjukkan dengan tepat sasaran pengecualian data dan meyoroti potensial area yang menjadi perhatian 

3. Mengidentifikasi proses perhitungan kembali dan proses verifikasi yang benar 

4. Mengidentifikasi pesoalan sistem pengawasan dan memastika terpenuhinya permohonan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.

FIREWALL

Firewall digunakan untuk melindungi sebuah komputer atau jaringan dari akses komputer luar yang tidak memiliki hak otoritas untuk mengakses komputer jaringan tersebut.


Fungsi Firewall : 

1.Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan 

2.Melakukan autentikasi terhadap akses jaringan 

3.Melindungi sumber daya dalam jaringan privat 

4.Mencatat semua kejadian, dan membuat laporan kepada administrator 

5.Menerapkan suatu kebijakan security 

6.Mencegah atau memblok suatu aktivitas yang dirasa mencurigakan okeh system

PORT FILTERING


Packet filtering umumnya digunakan untuk memblokir lalu lintas yang mencurigakan yang datang dari alamat IP yang mencurigakan, nomor port TCP/UDP yang mencurigakan, jenis protokol aplikasi yang mencurigakan, dan kriteria lainnya. 

Akhir-akhir ini, fitur packet filtering telah dimasukkan ke dalam banyak sistem operasi (IPTables dalam GNU/Linux, dan IP Filter dalam Windows) sebagai sebuah fitur standar, selain tentunya firewall dan router.


IDS

Sebuah aplikasi perangkat lunak atau perangkat keras yang mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan.


Jenis IDS yaitu : 

1.etwork-based Intrusion Detection System (NIDS) 

2.Semua lalu lintas yang mengalir ke sebuah jaringan akan dianalisis untuk mencari apakah ada percobaan serangan atau penyusupan ke dalam jaringan 

3.Host-based Instrusion Detection System (HIDS) 

4. Aktivitas sebuah host jaringan individual akan dipantau apakah terjadi sebuah percobaan serangan atau penyusupan ke dalamnya atau tidak.

IPS


Intrusion Prevention System (IPS) adalah sebuah aplikasi yang bekerja untuk : 

1. Monitoring traffic jaringan 

2. Mendeteksi aktivitas yang mencurigakan 

3. Melakukan pencegahan dini terhadap instrusi atau kejadian yang dapat membuat jaringan menjadi berjalan tidak seperti sebagaimana mestinya



Jenis-jenis IPS : 


1. Host-based Intrusion Prevention System (HIPS) 
§Merupakan sebuah system pecegahan yang terdiri dari banyak layer, menggunakan packet filtering, inspeksi status dan metode pencegahan intrusi yang bersifat real-time untuk menjaga host berada di bawah keadaan dari efisiensi performansi yang layak. Mekanisme kerjanya yaitu dengan mencegah kode-kode berbahaya yang memasuki host agar tidak dieksekusi tanpa perlu untuk mengecek threat signature. 

2. Network Intrusion Prevention System (NIPS) 
§yang juga disebut sebagai “In-line proactive protection”, menahan semua trafik jaringan dan menginspeksi kelakuan dan kode yang mencurigakan.

MONITORING DAN PENGATURAN ISP


Service Level Agrement (SLA) 


Kesepakatan antara penyedia jasa dan pengguna jasa mengenai tingkat (mutu) layanan, adalah komponen kunci dari keseluruhan strategi SLM (Service Level Management) suatu organisasi TI.



SNMP (Simple Network Management Protocol)


Sebuah protokol standar manajemen jaringan pada application layer TCP/IP supaya informasi yang dibutuhkan untuk manajemen jaringan bisa dikirim menggunakan TCP/IP.

Fungsi :

1.Get : Digunakan oleh manajer untuk mengambil suatu item dari agen MIB 
2.Set : Digunakan oleh manajer untuk men-set atau mengisikan harga suatu variable pada agen MIB 
3.Trap : Digunakan oeh agen untuk mengirim peringatan kepada manajer 
4.Inform : Digunakan oleh manajer untuk mengirimkan peringatan kepada manajer yang lain



Perangkat :

1.Managed Nodes

Node bisa pada jaringan yang dilengkapi dengan software supaya dapat diatur menggunakan SNMP. Berupa TCP/IP biasa dan disebut managed devices. 

2.Network Management Services (NMS)

Merupakan perangkat jaringan khusus yang menjalankan software tertentu supaya dapat mengatur managed nodes.


Syslog (System Log) 

Digunakan untuk pesan logging . Hal ini memungkinkan pemisahan perangkat lunak yang menghasilkan pesan , sistem yang menyimpan mereka , dan perangkat lunak yang melaporkan dan menganalisa mereka . perancang sistem komputer dapat menggunakan syslog untuk manajemen sistem dan audit keamanan serta informasi umum , analisis , dan pesan debugging .

BACKUP DAN RECOVERY

Backup Data 

Memindahkan atau menyalin kumpulan informasi (data) yang tersimpan di dalam harddisk komputer yang biasanya dari satu lokasi/perangkat ke lokasi/perangkat lain. 

Metode : 

1. Konsep Backup 

Proses backup dalam teknologi informasi mengacu pada penyalinan data, sehingga salinan tambahan tersebut bisa digunakan untuk mengembalikan (restore) setelah peristiwa kehilangan data. 


2. Konsep Replikasi 

Suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data dengan objek-objek database dari suatu database ke database lain dan melakukan sinkronisasi antara database sehingga konsistensi data dapat terjamin.

Recovery 


Suatu proses untuk mengupdate database dengan file backup yang telah disimpan terakhir kalinya. 

Database yang menggunakan sistem recovery : 
1. Full Recovery Model 

Pada model ini, transaction log akan di truncate (dipotong) pada saat dilakukan backup transaction log 

2. Bulk-Logged Recovery Model 

Beberapa operasi akan bersifat minumally logged. Misalnya, bulk insert, insert select, create index, drop index, dsb. Sama seperti full recovery, transaction log akan dipotong hanya pada saat backup transaction log. Sehingga backup transaction log harus dijalankan secara berkala.

3. Simple Recovery Model

Hampir sama dengan bulk-logged, beberapa operasi bersifat minimally logged. Macam-macam transaksi tersebut sama persis dengan bulk-logged. Perbedaan mendasar adalah pemotongan transaction log. Transaction loh otomatis terpotong pada saat checkpoint selesai.

NAT DAN KONFIGURASI PADA ROUTER ISR

NAT


Merupakan suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat ip.

JENIS - JENIS NAT

•Nat statis 
•Nat dinamis 
•Nat sistem pool

NAT STATIS

NAT Statis menggunakan table routing yang tetap, atau alokasi translasi alamat ip ditetapkan sesuai dengan alamat asal atau source ke alamat tujuan atau destination, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pertukaran data dalam suatu alamat ip bila translasi alamat IPnya belum didaftarkan dalam table NAT.

NAT DINAMIS

NAT dengan tipe dinamis menggunakan logika balancing atau menggunakan logika pengaturan beban, di mana dalam tabelnya sendiri telah ditanamkan logika kemungkinan dan pemecahanya. 

NAT dinamis dibagi menjadi dua yaitu : 
•Nat sistem pool 
•Nat sistem overload

NAT SISTEM POOL

NAT dengan sistem pool atau kelompok menggunakan sebuah tabel NAT dengan logika dinamis.

NAT SISTEM OVERLOAD

NAT dengan sistem Overloading menggunakan logika request atau permintaan dari banyakclient atau banyak alamat dioperkan atau diberikan ke satu alamat IP distribusi.

KELEBIHAN NAT

•Mengurangi terjadinya duplikasi IP address pada jaringan 
•Menghindari proses pengalamatan kembali pada saat jaringan berubah 
•Menghemat IP legal yang diberikan oleh ISP (Internet service provider) 
•Meningkatkan fleksibilitas untuk koneksi ke internet

KEKURANGAN NAT

•Proses translasi menimbulkan keterlambatan karena data harus melalui perangkat NAT (software atau hardware). 
•Terdapat beberapa aplikasi yang tidak dapat berjalan ketika menggunakan jaringan NAT, khususnya NAT yang menggunakan software. 
•Menghilangkan kemampuan untuk melacak data karena melewati firewall.


ALAMAT IP

Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP versi 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 byte berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoretis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu pengguna dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet.


SISTEM KEAMANAN PADA NAT

Ketika suatu komputer terkoneksi ke internet, komputer tersebut tidak saja dapat mengakses, misalnya ke server suatu situs tertentu, tetapi komputer tersebut juga sangat mungkin untuk diakses oleh komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Jika disalahgunakan, hal tersebut bisa sangat berbahaya. Data-data penting bisa saja dilihat atau bahkan dicuri oleh orang yang tak bertanggung jawab. NAT secara otomatis akan memberikan proteksi seperti halnya firewall dengan hanya mengizinkan koneksi yang berasal dari dalam jaringan. Hal ini berarti tingkat keamanan suatu jaringan akan meningkat, karena kemungkinan koneksi dari luar ke dalam jaringan menjadi relatif sangat kecil.

KONFIGURASI NAT PADA CISCO

Langkah-langkah konfigurasi NAT pada cisco reouter
1.Set IP address untuk WAN


R1#conf t                                    
R1(config)#int f0/0                          
R1(config-if)#ip add 192.168.137.2 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nat outside                  
R1(config-if)#no shut                        
R1(config-if)#exit                            
R1(config)#                                     


2. Set IP address untuk LAN 

R1(config)#int f1/0                            
R1(config-if)#ip add 10.1.1.1 255.255.255.248  
R1(config-if)#ip nat inside                    
R1(config-if)#no shut                          
R1(config-if)#exit                             
R1(config)#                                    

3.Set deafult gateway dan NAT                  
R1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.137.1                               
R1(config)#ip nat inside source list 1 int f0/0 overload                     

4.Konfigurasi pada register cisco 

R1#show run                                                                                         
Building configuration...                                                                      
......                                                                                                         
interface FastEthernet0/0                                                                    
ip address 192.168.137.2 255.255.255.0                                              
ip nat outside                                                                                        
duplex auto                                                                                           
speed auto                                                                                             
!                                                                                                              
interface FastEthernet1/0                                                                   
no ip address 10.1.1.1 255.255.255.248                                              
ip nat inside                                                                                         
shutdown                                                                                             
duplex auto                                                                                         
speed auto                                                                                            
!                                                                                                             
ip nat inside source list 1 interface FastEthernet0/0 overload       
ip classless                                                                                           
ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.137.1                                                
no ip http server                                                                                 
!                                                                                                            
access-list 1 permit 10.1.1.0 0.0.0.7                                                   
......


Setelah selesai melakukan konfigurasi pada cisco router, selanjutnya dapat melakukan tes koneksi internet dengan cara :

R1#ping google.com
Translating "google.com"...domain server (255.255.255.255) [OK]

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 74.125.200.138, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 80/82/92 ms
R1#


SUMBER :

http://lutfifrastiko.blogspot.co.id/2015/02/materi-tentang-network-address.html


KONFIGURASI DHCP PADA ROUTER ISR

DHCP

DHCP (merupakan kependekan dari Dynamic Host Configuration Protocol) adalah salah satu protocol pada jaringan komputer yang dapat memberikan atau meminjamkan IP address terhadap host yang berada dalam satu jaringan secara otomatis.

CARA KERJA DHCP SERVER

1. DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP. (Jika Client memiliki NIC lebih dari satu dan perlu no IP lebih dari satu maka proses DHCP dijalankan untuk setiap adaptor secara sendiri-sendiri)
IP Least Request 

2. Client meminta nomor IP ke server (Broadcast mencari DHCP server).
IP Least Offer 

3. DHCP server (bisa satu atau lebih server jika memang ada 2 atau lebih DHCP server) yang mempunyai nomor IP, memberikan penawaran ke clienttersebut.
IP Lease Selection

4. Client memilih penawaran DHCP Server yang pertama diterima dan kembali melakukan broadcast dengan message menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server
IP Lease Acknowledge 

5. DHCP Server yang menang memberikan jawaban atas pesan tersebut berupa konfirmasi nomor IP dan informasi lain kepada Client dengan sebuah ACKnowledgment. Kemudian client melakukan inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP tersebut dan client dapat bekerja pada jaringan tersebut. Sedangkan DHCP Server yang lain menarik tawarannya kembali.

FUNGSI DHCP

1. DHCP memiliki fungsi utama mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer 

2. DHCP akan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola M     jaringan komputer, karena alokasi IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja 

3. DHCP server selain bisa memberikan IP address secara dinamik, juga bisa memberikan IP address secara statis kepada client yang terhubung ke jaringan komputer 

4. DHCP memberikan kemudahan dalam proses komunikasi data antar komputer

KELEBIHAN DHCP SERVER

1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. 
2. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidal bisa dipakai oleh client yang lain. 

3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.

4. Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP. 

5. Mencegah terjadinya IP conflict.

KEKURANGAN DHCP SERVER

Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari hal itu jika server mati maka semua komputer akan disconnect dan saling tidak terhubung.

KONFIGURASI DHCP PADA CISCO

Asumsi:

 - IP FastEthernet : 192.168.10.1

 - Network : 192.168.10.0

 - Netmask : 255.255.255.0

Router>enable                                            
Router#configure terminal                              
Router(config)#ip dhcp pool aris                        
Router(dhcp-config)#network 192.168.10.0 255.255.255.0  
Router(dhcp-config)#default-router 192.168.10.1        
Router(dhcp-config)#dns-server 8.8.8.8                  
Router(dhcp-config)#exit                                 

Setelah konfigurasi yang diatas sudah dilakukan pada Router Cisco. Maka tinggal pengecekan pada komputer atau PC yang sudah terhubung langsung dengan cara klik PC—> Deskstop, maka akan muncul seperti gambar di bawah


Selanjutnya klik IP Configuration, ubah IP Static menjadi DHCP, maka jika berhasil dengan sendirinya IP

PC atau Laptop akan terisi sendiri dengan status DHCP request successfull


jika sudah berhasil, lakukan langkah yang sama ke pada masing masing PC

SUMBER :

http://cpu-speed.com/index.php/artikel/komputer/tutorial/4-pengertian-dhcp
http://temukanpengertian.blogspot.com/2013/06/pengertian-dhcp.html
http://hadi27.wordpress.com/pengertian-dan-kelebihan-dhcp/
http://blog.arisst.com/2012/06/cara-setting-dhcp-di-router-cisco.html
http://santekno.blogspot.co.id/2013/06/pengertian-dan-konfigurasi-dhcp-pada.html
resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut